BENARKAH ASURANSI SYARIAH MELAWAN TAKDIR?
PURWOKERTO, SATELITPOST-Sedikitnya 250
peserta mengikuti Roadshow Seminar Nasional Asuransi Syariah yang digelar di
aula AK Anshori, lantai 3 Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Selasa
(27/10).
Seminar yang dihelat dengan tema
"Benarkah Asuransi Syariah Melawan Takdir?" ini cukup menarik minat
peserta. Pasalnya, tak hanya pengenalan produk syariah yang ditampilkan dalam
seminar. "Dari aspek ilmu fikih, literasi keuangan investasi hingga produk
dikupas dalam seminar ini," ujar Sekjen MES Banyumas, Alfalisyado.
Alfa menambahkan, selain para peserta,
para sponsor lokal dari Bank Jateng Syariah, Bank Muamalat dan BPRS BAS juga
hadir. Sementara pemateri dari Otoritas Jasa Keuangan Pusat, MES
(Masyarakat Ekonomi Syariah) Pusat dan Allianz. "Kegiatan ini merupakan
roadshow dari MES Pusat yang bersinergi dengan MES Daerah. Harapannya,
masyarakat yang ikut di sini menyampaikan pada yang lain tentang apa yang
didapat dari acara ini. Kemudian, substansi juga terserap, sehingga masyarakat
melek asuransi. Jadi masyarakat tidak buta. Artinya, ketika diiming-imingi agen
asuransi manapun bisa membedakan mana yang syariah, mana yang enggak.
Juga, mana yang lebih menguntungkan, mana yang enggak," ujarnya
pada SatelitPost, Selasa (27/10).
Unit Usaha Syariah Asuransi Allianz
Life Indonesia, Hendra Gunawan mengatakan definisi asuransi syariah adalah
kerjasama yang bersifat saling melindungi dan tolong menolong. Di antara
sejumlah orang atau peserta dalam bentuk kontribusi tabarru' atau dana
kebajikan untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan
syariah. "Misalnya, sebentar lagi musim hujan. Nah untuk bersiap
kita menyediakan mantel hujan dan payung. Apakah itu termasuk melawan takdir
Allah? Begitu pula dengan asuransi," ujarnya saat seminar berlangsung.
Ia menambahkan, produk asuransi syariah
juga masih memiliki beberapa tantangan ke depan. Pertama, peningkatan market
share asuransi syariah. "Adanya regulasi yang jelas untuk spin off
unit usaha syariah pada perusahaan asuransi konvensional dan perluasan kanal
distribusi produk asuransi syariah sehingga bisa sejajar dengan asuransi
konvensional," ujar dia.
Sementara itu, Direktorat IKNB
(Industri Keuangan Non Bank) Syariah Otoritas Jasa Keuangan, Maki Musmakiah
mengatakan jumlah pemegang polis asuransi di Indonesia hanya 67 juta, 10 juta
merupakan asuransi indvidu dan 57 asuransi kumpulan. "Tidak adanya
perlindungan atas resiko keuangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah
berpotensi mendorong masyarakat tersebut jatuh ke dalam kemiskinan apabila
terjadi musibah. Tujuan asuransi mikro ini adalah upaya meningkatkan akses
masyarakat Indonesia yang berpenghasilan rendah terhadap asuransi," kata
dia.
Maki juga memberikan beberapa tips
berasuransi. Pertama, pastikan perusahaan asuransi terdaftar di OJK.
"Ketahui jenis dan manfaat asuransi, termasuk pengecualian jika ada. Catat
nomor kontrak atau polis asuransinya. Ketahui juga masa berlakunya asuransi dan
bayar iuran atau kontribusi tepat waktu. Ketahui bagaimana cara mengajukan
klaim, termasuk melengkapi dokumen pada saat mengajukan klaim. Jangan lupa,
catat nomor telepon perusahaan asuransi atau call center," kata
dia.
Posting Komentar untuk "BENARKAH ASURANSI SYARIAH MELAWAN TAKDIR?"