JANGAN HUTANG UNTUK BARANG KONSUMTIF
PURWOKERTO,
SATELITPOST - Semakin produktif seseorang, maka hutang pun terhindarkan. Hal
ini disampaikan langsung oleh Direktur PT Bahana Investment, Budi Hikmat.
"Surat
Yusuf pun ternyata mengajarkan kepada kita agar tetap produktif, bukan
berhutang," ujarnya Selasa (25/8).
Menurutnya,
hutang boleh dilakukan asalkan untuk alasan produktif. Sebut saja, seperti
membeli aset yang bukan kebutuhan konsumtif. "Investasi adalah membeli
kenikmatan sekarang, untuk dinikmati masa depan. Tentunya, kita semua
menginginkan investasi," ujar dia saat mengisi acara Panduan Praktis
Investasi Syariah di IAIN Purwokerto.
Gelaran
ini merupakan kerjasama Kantor Perwakilan BI Purwokerto bersama Masyarakat
Ekonomi Syariah. Acara tersebut dihadiri 175 peserta yang terdiri dari
masyarakat umum, dosen dan mahasiswa.
Kepala
BI Perwakilan Purwokerto, Rahmat Hernowo mengatakan, kedatangan Budi Hikmat
merupakan rangkaian edukasi bagi masyarakat mengenai investasi syariah.
"Untuk kegiatan ini BI menggandeng MES Banyumas karena luasnya jaringan
akses MES Banyumas dengan berbagai pemangku kepentingan di Banyumas. Diharapkan
kegiatan ini memberikan pencerahan bagi masyarakat di Banyumas khususnya agar
dapat menginvestasikan dananya pada tempat yang tepat," ujarnya.
Sementara
itu, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Banyumas Dr Berlilana Sp Skom MSi
mengungkapkan acara tersebut merupakan bagian dari program kerja MES dalam
mengedukasi masyaarakat Banyumas. "Harapannya, masyarakat bisa memilih
dengan bijak jenis investasi dan terhidan dari investasi bodong. Selain itu,
masyarakat pun bisa memilih investasi syariah yang tidak hanya memiliki nilai
keuntungan duniawi, tapi juga keberkahan," ujarnya.
Ia
menambahkan, dalam waktu dekat MES juga akan memberikan edukasi serupa mengenai
asuransi syariah. "MES juga akan bekerjasama dengan dinas setempat untuk
melakukan edukasi langsung ke beberapa sektor riil," kata dia
Posting Komentar untuk "JANGAN HUTANG UNTUK BARANG KONSUMTIF"